Ribuan hektar lahan pertanian di Cianjur, Jawa Barat, digunakan untuk menghasilkan puluhan ribu ton beras, yang menyebabkan gagal panen karena kekeringan. Kerugiannya diperkirakan Rp. 80 miliar.
Ali Akbar, kepala divisi Cibeber, mengatakan bahwa sejak awal musim kemarau, sembilan saluran irigasi di subdivisi Cibeber yang sebelumnya mengalir melalui setidaknya 1.007 hektar lahan pertanian telah mengering karena keruntuhan irigasi dan belum diperbaiki.
“Perubahan irigasi membuat aliran air tidak normal, terutama selama musim kemarau, seperti sekarang. Lahan pertanian di wilayah kami terancam kekeringan hingga panen buruk, ”katanya ketika mengutip Antala, Senin (2/7).
Dia menjelaskan bahwa tanggul irigasi Sungai Cikondang runtuh pada Januari, meskipun drainase pada waktu itu normal. Tanggul sudah sangat tua dan rawan bencana alam.
“Sejauh ini, lahan pertanian di sembilan desa mengandalkan air irigasi. Kerusakan irigasi sangat berpengaruh, terutama di musim kemarau seperti sekarang, ”katanya.
Menimbang bahwa irigasi adalah wewenang pemerintah provinsi, partai tersebut telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan pemerintah provinsi (Pemprov) di Jabar.
“Sejauh ini, proses ini hanya tender, dan kemungkinan akan selesai awal tahun depan. Jadi diperkirakan hanya bisa dioperasikan pada tahun 2021. Informasinya seperti ini, akan selesai tahun depan dan akan mulai beroperasi tahun depan, ”kata Ali.
Lamanya pemulihan dan pembangunan proses irigasi akan berdampak pada produksi pertanian Cianjur. Dia memperkirakan bahwa Cianjur kehilangan puluhan ribu ton beras dan menghasilkan 9-10 ton beras per hektar.
“Cibeber adalah pad padi Cianjur yang berproduksi tinggi, sehingga memiliki dampak yang sangat kuat pada tingkat kabupaten. Ada ribuan hektar lahan saat ini terancam oleh kegagalan panen, ”katanya.
Bahkan, ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa ada laporan bahwa situasi lahan pertanian di beberapa desa telah rusak. Mungkin dalam waktu dekat, tanaman padi akan mati dan mengalami gagal panen atau fusi.
Untuk memperkirakan dampak ekonomi pada petani, pemerintah kabupaten telah menginstruksikan untuk menanam tanaman sekunder selama musim kemarau atau sampai restorasi irigasi selesai.
Meskipun bertindak sebagai bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan pihaknya terus mendesak pemerintah provinsi Jawa Barat untuk mempercepat irigasi Sungai Cikondang karena kehadirannya sangat penting untuk pertanian.
"Saat ini, kami telah melakukan beberapa perbaikan kecil melalui pemerintah zonasi sehingga sungai dapat terus mengalir ke lahan pertanian, bahkan jika emisi tidak normal," katanya.
评论
发表评论