Perusahaan kecantikan yang berbasis di New York saat ini bernilai $ 1,2 miliar atau Rp. 17,01 triliun (dengan asumsi Rp.14.180 per dolar), ternyata menjadi blog kecantikan. Saat ini, Glossier telah bergabung dengan jajaran startup unicorn yang semakin banyak. Penasaran dengan cerita ini? Berikut adalah beberapa tips untuk kesuksesan pendiri Glossier.
Laporan dari Forbes, CEO dan pendiri Glossier Emily Weiss telah berhasil mengumpulkan $ 100 juta atau 1,4 triliun rupee dari dana Seri-D yang dipimpin oleh Sequoia Capital. Sejak 2018, pendapatan tahunan Glossier telah tumbuh lebih dari $ 100 juta atau 1,4 triliun rupee.
Blog kecantikannya "Into the Gloss", dirilis pada 2010, berisi tips kecantikan, tren dan tutorial. Blog ini juga berhasil mengumpulkan sebanyak 10 juta pembaca setiap bulan.
Weiss percaya bahwa kesetiaan para pembacanya telah membuat merek kecantikannya selalu dinikmati dan digunakan oleh milenium dan generasi Z. Oleh karena itu, ia merilis produknya pada tahun 2014.
Setelah meluncurkan produknya pada tahun 2014, Grosier telah memperluas produknya dari kosmetik ke produk perawatan kulit hingga parfum. Selain pengembangan online, Glossier juga memiliki cabang di New York dan Los Angeles.
Toko ini didekorasi dengan warna pink dan identik dengan generasi milenial. Staf juga menggunakan jumpsuit merah muda dan menggunakan iPad.
Dengan cara ini, pelanggan dapat menikmati pengalaman berbelanja yang ramah dan santai.
Desain toko sangat rapi dan sangat nyaman, sehingga konsumen yang datang ke toko dapat mengabadikan momen belanja mereka. Menurut laporan, produk Glossier dapat dijual dalam waktu 20 detik.
Dengan peluncuran Glossier Play, diharapkan juga akan membuat perusahaan lebih menguntungkan. Ini juga membuatnya siap untuk menjadi perusahaan kecantikan terbesar.
Perjalanan karier sangat berliku. Di sekolah menengah, Emily bergabung dengan Ralph Lauren sebagai murid magang selama dua musim panas. Emily juga berpartisipasi dalam banyak pertemuan sebagai model foto.
Selama kuliah, Emily menjadi murid Teen Vogue. Saat itulah Emily juga meluncurkan blog-nya "Into The Gloss." Blog dikelola mulai jam 4 pagi hingga 8 pagi setiap hari dan kemudian mulai bekerja setiap hari.
Ketekunannya telah terbayar, dan blog dapat menghasilkan 10 juta pembaca dalam sebulan. Dia juga bekerja dengan sejumlah perusahaan dan berhasil mempekerjakan beberapa orang untuk mengelola blog-nya.
Sadar akan potensi ini, Emily memutuskan untuk berhenti bekerja di Vogue dan fokus mengelola bisnis kecantikannya. Bagaimana, tertarik mengadopsi rahasia kesuksesan Emily?
评论
发表评论