Berbagai peninggalan bersejarah ditemukan di situs konstruksi Jalan Tol Seksi V di Malang-Pandaan (Mapan). Artefak ini termasuk struktur rumah, tempat tidur, kaleng, cermin, tembikar, mata uang Cina, dan anting-anting emas.
Dwi Cahyono, seorang arkeolog di Universitas Negeri Malang (UM), mengatakan temuan itu adalah struktur bata dan peralatan rumah tangga. Warga juga menemukan perhiasan logam berharga dalam bentuk anting-anting emas.
"Saya juga menemukan perangkat itu dalam bentuk logam mulia. Jika identitas saya adalah anting-anting, saya awalnya mengira itu adalah cincin, dan kemudian saya curiga itu akan menyebabkan anting-anting. Tetapi hanya satu yang bukan sepasang. Dua orang menemukan bentuknya berbeda, "kata Dwi. Cahyono kepada merdeka.com, Senin (11/2).
Selain itu, ia juga menemukan Darpana atau cermin perunggu, aksesoris pinang, lampu gantung kecil, berbagai nampan, sejumlah besar logam dalam mata uang Cina dan bentuk keramik.
"Ada banyak keramik, termasuk tembikar lokal dan impor," katanya.
Dwi mengatakan bahwa dia melihat struktur bangunan yang ditemukan dicurigai sebagai tempat tinggal. Meskipun barang-barang mewah dalam bentuk kaleng, uang dan emas menunjuk ke area hidup kerajaan Majapahit.
"Penemuannya adalah kemungkinan arsitektur dan tinggal di daerah itu. Ini menunjukkan bahwa pemukiman itu adalah kelas menengah. Setidaknya semacam bangsawan. Itu adalah zaman Majapahit," jelasnya.
Dwi juga mengatakan bahwa di masa lalu, ia menemukan lokasi yang ditemukan di daerah perkotaan. Ini dapat dilihat dalam nama desa, yang berisi unsur-unsur kata "Pura", yang berarti termasuk kota, kota benteng atau kota dengan menara atau istana.
"Dikatakan sebagai daerah perkotaan, karena namanya mengandung unsur Pura, mulai dari Sekarpura, Madyapura, Ngadipura, Lesanpuro, melewati daerah perkotaan," katanya.
Karena itu, mungkin ada banyak situs kuno di seluruh wilayah. Karena sejak Mataram, Singapura, Majapahit dan bahkan era Islam, daerah tersebut memang merupakan desa kuno.
"Karena itu dimulai di bagian timur Lawang, sampai Madyopuro adalah desa kuno Mataram, Singasari, Majapahit terlambat dan bahkan perkembangan Islam," katanya.
Warga menemukan banyak proyek bersejarah di lokasi pembangunan jalan tol desa Tokarpura di distrik Pakis, Kabupaten Malang. Beberapa lokasi dirusak oleh proyek backhoe.
Karena telah menjadi topik hangat, wilayah tersebut telah terpolarisasi meskipun masyarakat mengambil beberapa proyek.
评论
发表评论