Miliarder asal Inggris Richard Branson akan melakukan perjalanan menuju luar angkasa pada empat atau lima bulan ke depan dengan menggunakan pesawat ulang alik Virgin Galactic. Hal itu dilakukan untuk merayakan hari jadi ke-50 pendaratan pertama manusia di bulan yang terjadi pada 1969.
Diketahui, pendaratan manusia pertama di bulan dikenal sebagai misi Apollo 11 sukses dilakukan pada 2 Juli 1969. Saat itu, misi kontroversial itu disebut berhasil mendaratkan Neil Armstrong, astronot pertama di bulan.
Virgin dengan pesawat SpaceShipTwo-nya bahkan berambisi mengirimkan ribuan orang dalam penerbangan sub-orbit itu. Misi itu dinilai lebih realistis dan terjangkau ketimbang proyek luar angkasa lain.
SpaceShipTwo kemudian mendarat dengan sempurna ke titik pertama di California, AS. Pesawat itu dapat membawa enam penumpang, belum termasuk dua pilot. Sebelumnya, Branson juga pernah menyatakan ingin pergi ke luar angkasa dengan tanggal yang sudah ditetapkan. Namun, rencana itu selalu gagal.
SpaceShipTwo akan kembali melakukan uji coba pada 20 Februari jika cuacanya bersahabat. Branson menambahkan, proyek Virgin Galactic cukup menguras kekayaannya. Dia harus mengeluarkan USD35 juta per bulan. Sebelumnya, dia bahkan pernah mengatakan telah menanam modal miliaran dolar sejak tahun 2000-an.
Namun, Virgin Galactic menyatakan masih perlu melakukan sejumlah penyempurnaan, termasuk peningkatan keamanan, kecepatan, dan ketinggian.
Pernyataan Whiesides bukan tanpa alasan. Saat ini, Virgin Galactic sedang berlomba dengan SpaceX dan Blue Origin untuk menjadi yang pertama mengirim turis ke luar angkasa. Virgin Galactic berharap dapat mengirim penumpang ke luar angkasa pada tahun ini. Ongkosnya untuk satu kali penerbangan sekitar USD250.000 atau sekitar Rp3,5 triliun (kurs Rp14.000 per dolar AS).
Sebagai pembanding, Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) saat ini terbang 400 km di atas bumi. Virgin Galactic ingin memulai bisnis itu pada 2009. Namun, proyek itu mengalami penundaan akibat kecelakaan fatal selama uji coba. Setidaknya satu pilot tewas dan sejumlah kru lainnya mengalami luka-luka.
Sebelumnya, SpaceX mengumumkan rencana meluncurkan turis keliling bulan menggunakan Big Falcon Rocket (BFR). BFR merupakan roket besar yang didesain membawa manusia ke luar angkasa. Langkah terbaru SpaceX itu menunjukkan semakin ketatnya persaingan di industri bisnis pariwisata luar angkasa.
Namun, mereka belum mengumumkan tarif tiketnya. “Kami akan menerbangkan turis pada 2019, tapi kami belum bisa mengumumkan tarif karena belum siap,” kata Kepala Strategi Astronot dan Penjualan Blue Origin, Ariane Cornell, dilansir SpaceNews. “Kami masih fokus melakukan berbagai uji coba lain,” tambahnya.
评论
发表评论