Kota Bandung, Jawa Barat dan Medan, Sumatera Utara, akan segera memiliki jalur khusus sepeda motor di jalan tol. Rencana tersebut terungkap ketika Chief Executive Officer (CEO) PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Tito Sulistio bertemu dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo.
“Bisa diterapkan, hanya acuannya harus sesuai pada PP 44 Tahun 2009. Yang mana, harus ada marka permanen terpisah dari jalur mobil,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi di Jakarta kemarin.
Saat bertemu dengan Bambang Soesatyo, Chief Executive Officer (CEO) CNMP Tito Sulistio mengatakan, secara bisnis membangun jalur khusus tol motor tidak merugikan dan akan memberikan tambahan pendapatan bagi pengelola jalan tol di Indonesia.
Bambang Soesatyo yang akrab dipanggil Bamsoet mengatakan, saat ini sedikitnya terdapat 120 juta kendaraan bermotor roda di Indonesia yang masih aktif.
Bamsoet juga mengapresiasi pengelola tol CMNP yang tidak hanya mengejar keuntungan semata, namun ikut memberikan solusi terhadap kesulitan mayoritas rakyat yang tinggal dari rumah-rumah di pinggiran kota.
Dari sisi keadilan, tambah Bamsoet, jalur khusus bagi kendaraan bermotor roda di jalan tol memberikan asas keadilan bagi semua warga yang belum beruntung memiliki moda transportasi roda empat atau mobil untuk menikmati jalan tol.
Bamsoet juga menekankan untuk lebih menjamin kenyamanan pengguna jalur khusus motor roda dua, jika perlu motor besar dilarang masuk tol khusus motor pada hari-hari kerja.
Terkait perhitungan tarif tol untuk sepeda motor, dia mengungkapkan bahwa skema tarifnya harus ditentukan secara hati-hati. Apalagi, model jalan tol itu adalah lajurnya yang panjang tanpa henti.
Akademisi transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno berpendapat, kebijakan mengenai jalur tol khusus untuk pengendara bermotor adalah kebijakan yang salah.
Dia menilai, pernyataan atau wacana mengenai jalur khusus tol untuk motor membuat citra transportasi Indonesia di mata dunia bisa kian buruk.
“Ya citra transportasi kita kian buruk kalau begitu di mata internasional yang kiblat transportasinya sudah maju. Harusnya yang didorong itu adalah jalur khusus angkutan umum, bukan sepeda motor,” pungkasnya.
评论
发表评论