Sejumlah pihak mendesak aparat bertindak tegas terhadap pemberontak bersenjata yang membunuh pekerja pembangunan Trans Papua di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Apalagi kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya itu diketahui kerap berulah di Timur Indonesia itu.
Jokowi menegaskan, tidak ada tempat bagi kelompok kriminal bersenjata di Indonesia, termasuk Papua. Mantan Wali Kota Solo itu juga menekankan, gangguan KKB tidak akan membuat takut dan menyurutkan semangat pemerintah membangun Papua.
Tindakan tegas aparat juga diserukan Ketua MPR Zulkifli Hasan. Dia meminta pemerintah dan aparat bersikap tegas dalam menghadapi berbagai gangguan keamanan di Papua.
DPR, kata Bamsoet, akan mendukung penuh apa pun langkah tegas yang diambil TNI dan Polri. Termasuk menggunakan langkah represif dalam menangkap KKB. Asalkan langkah tersebut bisa menyelamatkan rakyat dan bangsa dari ancaman kelompok tertentu.
Politikus Partai Golkar itu menilai, tindakan KKB di Papua melebihi gerakan teroris. KKB telah merenggut secara langsung nyawa warga dan menyerang petugas keamanan secara terang-terangan.
Bagi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, tindakan tegas aparat tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dia pun mengultimatum gerombolan bersenjata tersebut untuk segera menyerah.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini bahkan tak sepakat menyebut mereka sebagai kelompok kriminal. Dia menegaskan, para pelaku merupakan pemberontak yang mengganggu keutuhan negara.
Sementara Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengecam aksi biadab kelompok tersebut. Komnas HAM meminta aparat segera menangkap para pembantai pekerja Trans Papua serta memprosesnya sesuai hukum yang berlaku dan secara transparan.
Para aparat gabungan TNI-Polri akhirnya sampai tiba di lokasi kejadian stelah menumpuh medan yang cukup tidak mudah. Fokus uatama para aparat adalah untuk mengevakuasi para korban yang selamat.
"Sampai saat ini data yang kami himpun, 13 orang selamat, dimana 12 orang yang telah dievakuasi kemarin ditambah 1 orang yang ditemukan hari ini," ujar Wakapendam Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi, Rabu 5 Desember 2018.
Jenderal bintang empat itu menuturkan, para pekerja proyek Trans Papua di Kabupaten Nduga diserang pada Sabtu 1 Desember 2018 oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya. Esoknya, mereka menyerang Pos TNI di Distrik Mbua yang mengakibatkan satu prajurit gugur.
"Kekuatan mereka (KKB) tidak banyak, lebih kurang 30-50 orang dengan 20 pucuk (senjata). Dengan kekuatan yang kita kirim jauh lebih besar, karena yakin kita sebentar lagi bisa kendalikan," ucap Tito.
评论
发表评论