Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China yang belakangan menjadi sorotan internasional bukan soal tarif ekspor-impor barang semata. Ada yang lebih jauh dari itu. Peristiwa penangkapan Meng Wanzhou, kepala keuangan sekaligus putri pendiri perusahaan teknologi China, Huawei , di Kanada Sabtu lalu menggambarkan ada perang yang lebih dari sekadar persoalan tarif ekspor-impor, yaitu dominasi industri teknologi informasi.
Untuk sejauh ini penangkapan Meng dikarenakan adanya dugaan Huawei menjual teknologinya kepada Iran, dan ini melanggar apa yang disebut sanksi AS terhadap Iran. Huawei pun di menjadi ponsel kedua yang melanggar sanksi dari AS yang pertama adalah ZTE pada tahun 2017.
Larangan itu akhirnya memang dicabut setelah ZTE sepakat membayar denda dan menurut kolumnis Bloomberg, Noah Smith, Huawei juga tampaknya akan berakhir seperti ZTE. Namun rangkaian peristiwa ini, kata Smith, memperlihatkan perusahaan China masih bergantung pada teknologi buatan Amerika. AS saat ini masih menjadi pembuat chip terbaik di dunia. China memproduksi banyak elektronik tapi tanpa chip dari AS produk buatan perusahaan seperti Huawei kualitasnya masih lebih rendah.
Untuk soal ekspor atau ancaman lainnya memnag untuk pada akhirnya bukan sekedar sanksi intinya ingin mempersulit pesaing utama perusahaan teknologi dari AS. Huawei sendiri saja sudah melampaui penjualan Aplle dan menjadi salah satu perusahaan pembuatan ponsel terbesar kedua di dunia setelah Samsung. Sebenarnya dalam tulisan tajuk di tabloid China Global times, yang mengatakan AS menangkap Meng karena alasannya pesaing bisnis.
"Kasus ini semacam hentakan keras yang bisa mengurai hubungan AS-China," kata Scott Kennedy, pengamat ekonomi China di lembaga Pusat Studi Internasional dan Strategis di Washington.
Namun AS kahwatir terhadap ponsel Huawei yang di nyatakan bisa mengancam keamanan negara merintangi perushaan ini tumbuh dan berkembang di luar negeri. Intelijen AS pun sudah memperingati kepada warganya agar jamngan membeli ponsel yang bermerek Huawei ini.
Alasan keamanan juga menimbulkan masalah di Inggris. Selandia Baru dan Australia melarang peralatan Huawei beroperasi di jaringan 5G.
评论
发表评论