Bagi yang sudah pernah pergi ke puncak Gunung Geureutee, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh pastinya tidak asing lagi bagi pengunjung yang sudah pernah datang ke 'Warung Si Amang'.
Letak warung itu di pinggir jalan di kawasan gunugn Geureutee yang tepatnya di desa Babah le, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.
Warung Si Amang yang sejajar dengan belasan warung lain yang terletak di kawasan tersebut. Warung tersebut menjadi tempat peringgahan para wisatawan yang menuju Banda Aceh-Meulaboh.
Ada beberapa pengunjung yang datang hanya sekedar menikmati suasana tempat itu. Yang terletak di pinggir tebing yang hanya berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, para pengunjung yang datang menikmati pemandangan yang sangat indah ini.
Dan para pengujung yang datang juga bisa menikmati fenomena laut lepas dengan permukaan kaut yang memerak dikarenakan pantulan cahaya matahari, yang berhiaskan pulai lecil yang tak di huni.
Selain itu,hembusan angin yang sangat lembut yang langsung dari arah laut lepas yang menyapu kulit dan membuat para pengunjung bertahan di sana. Bukan hanya itu saja tempat ini juga cocok di jadikan spot bagi para yang pecinta alam melalui fotgrafi.
Untuk Warung Si Amang, nerbeda dengan warung lainnya karena warung si Amang bukan hanya menawarkan panorama alam untuk para pengunjung. Namung, juga pada jam tertentu, para Si Amang akan berkujung ke warung itu.
Siamang-siamang alan tyerlihat dan bergantungan di berpohonan ataupun tiang kayu yang dekat degan warung itu. biasanya para siamang mendatangi para pengunjung untuk menyodorkan makanan.
Menurut pemilik warung, Abdullah P(40), ia mengatakan kedua sepasang siamang itu sering mendatangi warung miliknya sudah sejak 17 tahun lalu. Waktu itu ada seekor siamang jantan yang menghampiri warungnya.
Pada saat itu, Abdullah melihat siamamng itu sangat bersahabat, dan memberikan ia pisang kepada siamang>
Dan beberapa minggu siamang tersebut datang lagi ke warung Bang lah, tetapi kali ini ia membawa seekor siamang betina yaitu pasangannya.
Dari situ lah berawal dan warungnya itu di beri nama Warung Si Amang.
Warung yang hanya menyediakan mi dan kopi Khas Aceh Jaya itu tidak pernah sepi dari para pengunjung. BUkan hanya itu saja turis domestik, turis mancanegara juga sering datang ke warugnnya Bang Lah.
Ada pemuada yang berasal dari Lampung sempat menyodorkan pisang kepada siamang itu. Dan tanpa ragu siamang itu pun langsung menghampirinya dan mengambil pisang tersebut.
"Siamang sudah tampak akrab dengan manusia karena sudah sering bertemu," Ungkap pria yang suka Traveling.
评论
发表评论