Memata-matai anggaran negara yang sudah memiliki Formula E

图片
Memata-matai anggaran negara yang sudah memiliki Formula E Mobil listrik Formula E akan berhenti di Jakarta. Acara ini dijadwalkan berlangsung tahun depan. Diperkirakan bahwa keberhasilan kompetisi yang harus diikuti di banyak negara akan membutuhkan 1,6 triliun rupee. Saat ini, anggaran sedang dibahas. Formula E memang pertama kali di Indonesia. Banyak negara besar adalah negara tuan rumah pertama. Sekitar 2011, Jean Todt dan Alejandro Agag muncul dengan ide balap mobil listrik. Namun, rencana mereka baru dilaksanakan tiga tahun kemudian atau pada 2014. Beijing menjadi kota pertama yang menjadi tuan rumah Formula E. Setelah itu, banyak negara bergiliran menjadi tuan rumah Formula Satu. Pada saat hosting, negara-negara yang dipilih juga sibuk membersihkan. Seperti musim 2016-2017, Formula E diadakan di Brooklyn, New York. Pada saat itu, mereka membutuhkan dana $ 20 juta, termasuk pembangunan sirkuit, bilik, trotoar baru, dinding keamanan, dan tata letak trotoar yang d...

Mahasiswa UNS Lomba Bikin Beton Pondasi Dari Limba Kertas

Mahasiswa UNS Lomba Bikin Beton Pondasi Dari Limba Kertas


PemainBandarQ
Limbah kertas tak selamanya kotor dan tak berguna. Oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, limbah tersebut bisa menjadi barang berharga dan sangat berguna.

Tiga mahasiswa D3 Teknik Sipil UNS, Grinda Rhaman Budiarta, Fajar Indah Nur Hidayana Dan Farchan Nova Geraldine, yang berinovasi mebuat beton. Mereka membuat beton dari limbah kertas yang di campurkan dengan  batu andesit. Dan hasilnya sangat memuaskan, kedua material tersebut memiliki efek yang lebih kuat, dan ramah lingkungan dan lebih ekonomis dari pada beton biasa.

Girinda menerangkan, alasan penggunaan batu andesit dan limbah kertas sebagai bahan pembuatan beton, karena keduanya mengandung senyawa yang diperlukan dalam penguatan beton. Jika dikombinasikan, bisa menghemat pemakaian semen sekitar 5-25 persen.

Girinda mejelaskan, bawah campurran kedua material tersbut mampu menaikan tekanan hingga 20 persen dari sebelumnya. Dan mereka menilai bawah beton mereka sangat cocok untuk pondasi basement.

Tak hanya unggul di kuat tekan, Girinda menambahkan, inovasi beton tersebut lebih ekonomis. Karena mampu menghemat biaya pembuatan sekitar 10 persen. Kedua material juga relatif lebih mudah didapat di sekitar tempat tinggal.

"untuk mencari bahannyua cukup mudah juga. Untuk batu andesit kami mendapatkannya di Sukoharjo, di sana sangat banyak sekali batu andesit.

Hasil inovasi ketiga mahasiswa UNS itu sukses menyabet juara kedua dalam kompetisi tersebut. Mereka bersaing dengan tim dari Univertas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Tunas Pembagunan Surakarta.

Meski inovasi beton mereka sudah membuahkan prestasi, tak lantas membuat langkah mereka terhenti sampai di situ. Ke depannya, tiga mahasiswa UNS yang tergabung dalam tim Anjani ini berniat ingin mengembangkan hasil inovasi beton mereka agar lebih matang hingga benar-benar dapat diterapkan dalam pembangunan berkelanjutan di masa depan.

评论

此博客中的热门博文

Pemerintah India meminta Google dan Apple untuk menutup hak akses Tok Tok

Pertemuan Senior Vanessa Angel, Investigator Memeriksa Rian Subroto untuk Kesaksian

Warga Murung Raya dikejutkan oleh penemuan bayi laki-laki di semak-semak